Kamis, 20 September 2012

Biografi Charles Augustin de Coulomb: Hukum Coulomb (Muatan Listrik)

Charles Augustin de Coulomb (1736 - 1806) merupakan fisikawan asal Perancis yang merumuskan gaya tarik menarik antara benda bermuatan listrik yang dinamai sesuai namanya, yaitu Hukum Coulomb. Ia dilahirkan di Angouleme, Perancis pada tanggal 14 Juni 1736. Ia berprofesi sebagai insinyur militer selama tiga tahun di pelabuhan Bourbon, Martinique.

Pada tahun 1780-an, Charles Coulomb menyelidiki gaya listrik dengan menggunakan pengimbang torsi. Peralatan yang digunakan Coulomb hampir sama dengan peralatan Cavendish, yaitu peralatan yang digunakan untuk gaya gravitasi.

Ketika bola bermuatan didekatkan ke bola pada batang yang tergantung, batang tersebut berotasi sedikit. Serat tempat batang bergantung menahan gerak berputarnya batang tersebut dan sudut putaran sebanding dengan gaya yang diberikan. Dengan menggunakan peralatan ini, Coulomb menyelidiki bagaimana gaya listrik bervariasi sebagai fungsi besar muatan dan jarak di antaranya.

Coulomb berpendapat bahwa:
  1. Gaya yang diberikan pada satu benda bermuatan dengan benda bermuatan lainnya berbanding lurus dengan muatan pada masing-masing benda tersebut. Artinya, jika muatan pada salah satu benda digandakan, gaya akan naik menjadi empat kali lipat dari nilai awalnya. Hal ini berlaku jika jarak antara kedua muatan tersebut tetap sama.
  2. Jika jarak antara kedua muatan bertambah maka gaya akan berkurang terhadap kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut. Artinya, jika jarak digandakan, gaya akan berkurang menjadi seperempat nilai awalnya.
Biografi Charles Augustin de Coulomb: Hukum Coulomb (Muatan Listrik)
Dengan demikian, Coulomb menyimpulkan bahwa gaya yang diberikan satu benda kecil bermuatan pada benda bermuatan kedua sebanding dengan hasil kali besar muatan benda pertama Q1 dengan besar muatan benda kedua Q2, dan berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak r di antaranya.

Pada tahun 1781, ia menetap di Paris. Setelah revolusi berakhir pada tahun 1789, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai intendant des eaux et fontaines, kemudian pindah dan tinggal di sebuah rumah di Blois. Pada tahun 1802, ia dipanggil ke Paris dan kemudian diangkat menjadi inspektur. Oleh karena kesehatannya yang semakin memburuk, empat tahun kemudian, tepatnya tanggal 23 Agustus 1806, ia meninggal dunia di Paris, Perancis.

*) Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Rabu, 19 September 2012

Biografi Singkat Alexander Fleming: Penemu Penisillin

Alexander Fleming (1881 - 1955) pertama kali mempelajari pengaruh jamur terhadap bakteri secara ilmiah pada tahun 1928. Pada saat itu, ia mencoba menyelidiki pengaruh jamur Penicillium notatum terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dalam penelitiannya tersebut diketahui bahwa ekstrak dari jamur Penicillium mampu menghancurkan koloni Staphylococcus. Ekstrak itulah yang sekarang dikenal dengan nama penisillin, yaitu semacam antibiotik.

Antibiotik dalam bidang kesehatan digunakan untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Dalam hal ini, penisillin digunakan untuk melawan penyakit semacam sifilis dan penyakit scarlet fever. Antibiotik lainnya, seperti streptomisin digunakan untuk penyakit tuberkulosis. Antibiotik tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk melawan virus.

Karena keberhasilannya menemukan penisillin akhirnya Alexander Fleming mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang kesehatan.
Biografi Singkat Alexander Fleming: Penemu Penisillin
Sebagai pengetahuan, ada beberapa jenis Penicillium, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, mampu menghasilkan antibiotik penisilin.
  2. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti bermanfaat dalam memberi ciri rasa atau mengharumkan keju, yaitu dengan cara menurunkan kadar kasein pada bahan keju.
*) Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Selasa, 18 September 2012

Biografi Al-Farisi: Sang Ahli Optik Islam

Al-Farisi dikenal sebagai murid pilihan Kuth al-Din Shirazi. Ia tercatat sebagai alumni School of Maraghi, sebuah lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi yang didirikan oleh al-Thusi, juga sebagai asisten dan pengganti al-Thusi. Ia mewarisi semua sifat Nashiruddin al-Thusi. Kecemerlangan pemikiran al-Farisi membuatnya menjadi ilmuwan kesayangan para pengajarnya.

Brockelmann dan sejumlah pakar lain mencoba menelaah dan menelusuri jejak karya al-Farisi, termasuk sebuah karya legendarisnya yang diterbitkan di Haydarabat dengan judul Tankih. Tankih adalah karya al-Farisi yang paling sensasional. Karya ini membahas cara rinci dan tuntas masalah seputar optik yang pernah diajukan Ibnu al-Haytsam. Dalam karyanya tersebut, al-Farisi mengembangkan penelitian al-Haytsam terhadap kamera obskura dan menjelaskan timbulnya pelangi. Saat menjelaskan perihal pelangi, al-Farisi mampu memberikan penjelasan yang valid tentang tata warna pelangi primer dan sekunder. Namun, satu hal yang paling mengesankan dari karyanya itu adalah ia berhasil menjabarkan hasil penelitian ilmiahnya dengan menggunakan teori matematika.
Diilhami sebuah analogi yang dikemukakan oleh Ibnu Sina tentang tetes air hujan di permukaan gelas, al-Farisi meneliti jalur sinar lampu yang melewati permukaan sebuah gelas. Ia berharap bisa menentukan pembiasan sinar matahari melalui titik hujan. Teori al-Farisi tentang pelangi dianggap spektakuler karena mampu mendemonstrasikan beragam rupa kombinasi refraksi dan refleksi cahaya matahari dalam setetes air, yang dikaitkan dengan pelangi primer dan sekunder. Selain Tankih, al-Farisi juga menulis buku lain yang membahas masalah optik, yaitu Kitab al-Basa'ir al-Ilm Manazir. Buku ini merupakan sebuah karya bebas tentang optik.

Selain menguasai ilmu optik, al-Farisi juga mahir matematika. Salah satu karya andalannya di bidang ini adalah Tadhkirat al-Ahbab, yang merupakan manuskrip tentang angka atau bilangan yang bersahabat (friendly numbers). Ia menulis buku ini pada tahun 1337 (737 H) di Baghdad. Asas al-Qawa'id fi Usul al-Fawa'id adalah sebuah risalah matematika karya al-Farisi yang juga cukup terkenal. Di kemudian hari, para ilmuwan fisika dan matematika memuji sejumlah karya al-Farisi sebagai karya ilmiah berkualitas tinggi. Karya-karya tersebut diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Minggu, 16 September 2012

Biografi Abu Khayr: Dokter Botani Islam

Nama lengkap Abu Khayr adalah Abu al-Khayr al-Isybili asy-Syajjar. Ia berasal dari Seville, Spanyol, dan diperkirakan hidup pada pertengahan abad XII. Semasa hidupnya, Abu Khayr mengabdikan diri untuk meneliti tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan karya-karya yang berhubungan dengan botani. Karya-karyanya terkenal di Arab dan Eropa.

Abu Khayr dikenal sebagai seorang dokter botani dan pakar masalah pertanian. Sehubungan dengan itu, ia menulis buku yang membahas masalah-masalah pertanian. Sebagai seorang ahli botani, Abu Khayr mencoba mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan habitat dan proses perkembangbiakannya sehingga dapat diketahui mekanisme tumbuhan tersebut. Ia meneliti beberapa tumbuhan sekaligus dengan cara membiarkan mereka tumbuh dengan beragam cara, seperti pembibitan atau pembenihan, pemotongan tangkai, dan dibiarkan tumbuh alami.

Al-Filaha adalah salah satu karya Abu Khayr. Karya ini masih tersimpan di Bibliotheque, Paris, Perancis. Selain itu, ada pula karya Khayr yang tersimpan di Perpustakaan Masjid Zaitun, Tunisia, dan beberapa perpustakaan swasta di Afrika Utara. Karya-karya Abu Khayr dianggap sebagai buku panduan tentang tumbuhan yang berisi lima hal penting.
Biografi Abu Khayr: Dokter Botani Islam
Pertama, pengetahuan umum tentang dunia botani, seperti waktu hidup satu jenis tumbuhan, pengaruh bulan terhadap pertumbuhannya, waktu yang tepat menghasilkan buah, faktor perusak, hingga ciri-ciri suatu jenis tumbuhan. Kedua, cara penanaman, pelapisan (layering), pembabatan atau pemangkasan, hingga pencangkokan (grafting) yang tepat sesuai jenis tumbuhan. Selain itu, Ketiga, Abu Khayr juga menjelaskan bagaimana cara mengawetkan buah dan sayur sesuai jenis dan aroma tumbuhan tersebut. Keempat, tentang binatang yang bermanfaat dan yang merusak tumbuhan, seperti burung, serangga, binatang pengerat, reptil, dan mamalia. Kelima, tentang tanda-tanda astrologi dan meteorologi yang diperhatikan saat hendak menanam dan memanen.

Selama proses penyusunan buku tersebut, Abu al-Khayr banyak melakukan observasi ke kebun, halaman rumah, hingga hutan-hutan al-Jarafe di asy-Syarafah (sebuah daerah kawasan Seville, Spanyol). Sementara itu, sebagai bahan rujukan, ia menggunakan sejumlah buku penuntun, seperti kitab karangan Abu Hanif ad-Dinawari (an-Nabat), Aristoteles, Anatolius, dan Ibnu Wasyiya (al-Filahah an-Nabatiyyah).

Abu Khayr juga dikenal sebagai seorang dokter yang menyusun kamus obat-obatan. Ia menggolongkan obat-obatan berdasarkan efek samping dan bahaya yang ditimbulkan. Untuk obat yang tergolong keras, Abu Khayr menghimbau agar obat tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas, kecuali atas anjuran dokter atau ahli pengobatan.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Biografi Carolus Linnaeus: Ahli Taksonomi Swedia

Carolus Linnaeus (1707 - 1778) adalah seorang ahli taksonomi dan botani berkebangsaan Swedia. Dia adalah orang yang memperkenalkan cara pemberian nama dan pengklasifikasian makhluk hidup. Linnaeus (nama aslinya Carl Von Linne yang dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus) telah menghabiskan masa kecilnya dengan mengumpulkan aneka tumbuhan dan hewan, sebelum ia belajar hingga meraih doktor pada Universitas Uppsala.

Pada tahun 1741, Linnaeus diangkat menjadi profesor di bidang kedokteran dan botani pada universitas yang sama. Ia juga menghabiskan sebagain waktunya untuk belajar ekologi dan penyebaran tumbuhan. Linnaeus telah mempelajari hampir 8.000 spesies tumbuhan dan 4.000 spesies hewan, dengan memberikan nama ilmiah dalam dua kata. Misalnya, ia menamai serigala liar Canis lupus dan serigala yang mirip anjing Canis aureus. Canis adalah nama genus yang dimiliki hewan dan lupus atau aureus merupakan nama spesifik yang menunjukkan hubungan antar anggota.

Klasifikasi modern dimulai pada tahun 1758, yakni ketika C. Linnaeus mempublikasikan bukunya berjudul Systema Naturae, edisi ke-10. Jika dalam edisi sebelumnya Linnaeus menggunakan sistem banyak suku nama (polinomial sistem) maka dalam edisi ke-10 ini ia memperkenalkan sistem dua suku nama.
Biografi Carolus Linnaeus: Ahli Taksonomi Swedia
Menurut Linnaeus, spesies merupakan unit dasar dari klasifikasi. Spesies diartikan sebagai sebuah populasi dari makhluk hidup yang mampu melakukan perkawinan secara alami antar sesamanya (interbreding) dan menghasilkan keturunan yang fertil. Selanjutnya, setiap spesies yang ditemukannya dilengkapi dengan pemberian nama dengan menggunakan bahasa Latin atau dilatinkan. Sistem pemberian nama spesies tersebut dikenal dengan istilah binomial nomenklatur.

Dalam menyusun klasifikasinya, Linnaeus sangat memperhatikan urutan atau tingkatan kelompok makhluk hidup. Ia mengelompokkan hewan dan tumbuhan menurut spesies, genus, famili, ordo, dan kelas. Setiap kelas ditempatkan ke dalam filum atau divisi. Selanjutnya beberapa filum atau divisi ditempatkan lagi pada urutan tertinggi yang disebut kingdom atau kerajaan, atau dunia. Dalam penyusunan klasifikasinya, Linnaeus juga memfokuskan perhatiannya pada sistem alat perkembangbiakan makhluk hidup. Misalnya, pada tumbuhan berdasarkan warna bunga, bentuk bunga, banyak benang sari, dan bentuk putik. Itulah sebabnya sistem klasifikasi yang ia kemukakan disebut juga "sistem klasifikasi seksual".

*) Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Sabtu, 15 September 2012

Biografi As-Sahib bin Abbad: Sang Negarawan yang Ahli Sastra

Nama lengkap as-Sahib bin Abbad adalah Abu Qasim at-Taliqani Islami bin Abbad bin al-Abbas. Ia lahir pada bulan September 938 di Taliqan. Ayahnya adalah seorang menteri pada masa Daulah Bani Buwaih (932-1055), yang bermazhab Syiah.

As-Sahib bin Abbad berteman dekat dengan sang pemimpin Buwaih, Muayyid ad-Daulah. Dari pertemanan tersebut, ia mendapat gelar as-Sahib (kawan). As-Sahib bin Abbad adalah salah satu sastrawan terkenal pada masanya. Ia juga mahir ilmu kalam, khususnya mazhab Ahl al-‘Adl wa at-Tauhid.

As-Sahib bin Abbad juga dikenal sebagai menteri pada masa pemerintahan Muayyid ad-Daulah bin Buwaih ad-Dailami (976-983). Ketika sang pemimpin meninggal dan digantikan oleh saudaranya, Fakhr ad-Daulah (983-988), as-Sahib bin Abbad mengajukan permohonan untuk berhenti. Fakhr ad-Daulah menolak permohonan itu sambil berkata: “Sesungguhnya engkau memiliki hak waris dalam kementerian sebagaimana hak kami dalam mewarisi kepemimpinan (kerajaan) sehingga jabatan kita adalah menjaga hak itu.”

As-Sahib bin Abbad adalah seorang menteri yang mahir mengatur administrasi negara. Hal tersebut membuat beberapa raja merasa kagum. Nuh bin Mansur, Raja Khurasan yang menguasai daerah di sekitar Sungai Eufrat, meminta as-Sahib menjadi perdana menteri kerajaannya. Sayangnya, permintaan itu ditolak as-Sahib dengan sopan. As-Sahib beralasan bahwa ia tidak bisa pindah dari kota Rai, kota tempat tinggalnya selama ini karena ia membutuhkan sekitar empat ratus unta untuk membawa semua buku perpustakaannya, barang kebutuhan sehari-hari, dan para pengikutnya.
Biografi As-Sahib bin Abbad: Sang Negarawan yang Ahli Sastra
As-Sahib bin Abbad sangat dihormati oleh para pemimpin dan raja tempatnya mengabdi sebagai perdana menteri. Pada tahun 987-988, as-Sahib bin Abbad memimpin pasukan perang ke daratan Tabaristan. Ia berhasil menguasai wilayah tersebut dan menggabungkannya dalam wilayah negara Bani Buwaih.

Semasa hidupnya, as-Sahib bin Abbad meninggalkan sejumlah warisan di bidang bahasa dan sastra. Salah satunya adalah kitab al-Muhith yang terdiri dari tujuh jilid. Karyanya yang lain adalah al-Kafi, al-A’yad wa Fadhal an-Nayruz, al-Kasyf’an Masawi’ Syi’r al-Mutanabbi, dan al-Iqna’fi al-‘Arusz wa Takhrij al-Qawafi. As-Sahib juga menghasilkan sebuah risalah berjudul Risalah Unwan al-Ma’arif wa Dzikir al-Khalaif. Adapun al-Mukhtar min Rasail al-Wajir Ibnu ‘Abbad adalah buku kumpulan risalah karya as-Sahib.

As-Sahib bin Abbad meninggal dunia pada bulan Maret 995.

Sumber: Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Jumat, 14 September 2012

Biografi Muhammad Iqbal: Pujangga Besar Islam

Muhammad Iqbal adalah tokoh muslim abad XX yang sangat terkenal dan berjasa di berbagai bidang, baik politik, filsafat, sastra, maupun agama. Iqbal adalah pakar ilmu filsafat Barat. Muhammad Iqbal lahir pada tanggal 22 Februari 1873 di Sialkot. Nenek moyangnya berasal dari lembah Khasmir. Sebagai anak seorang sufi, Iqbal dididik secara Islam oleh sang ayah. Saat itu, salah satu kegemarannya adalah membaca dan menghafal al-Quran. Ayahnya pernah berkata: “Jika kamu ingin memahami al-Quran, bacalah seolah kitab itu diturunkan untukmu.” Di kemudian hari, Iqbal selalu menjadikan al-Quran sebagai dasar pijakan dalam berpikir, bertindak, dan berkarya. Selain sang ayah, Iqbal juga mempunyai seorang guru lain, yaitu Maulana Mir Hasan. Di kemudian hari, pengaruh didikan Maulana membuat Iqbal menjadi seorang penyair dengan semangat keislamannya yang tinggi.

Setelah menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Iqbal melanjutkan sekolahnya di Government College, Lahore (1885). Pada masa itu, kecerdasan Iqbal telah terlihat. Ia adalah satu-satunya murid Sir Thomas Arnold, seorang ahli islamologi terkenal yang mengajar mata kuliah Filsafat Islam di Government School. Pada tahun 1905, atas dorongan Sir Thomas Arnold, Iqbal mempelajari filsafat Barat di London dan Berlin selama tiga tahun. Ia juga mendapat bimbingan dan pengarahan dari Profesor Mac Taggart, seorang pengajar di Universitas Cambridge, London. Selain itu, Iqbal juga sering berdiskusi dengan para pemikir Eropa lain. Beberapa tahun kemudian, Iqbal berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Munich, dengan disertasi berjudul The Development of Metaphysics in Persia yang merupakan karya filsafat pertama Iqbal. Selama tiga tahun berada di Eropa, pemikiran Iqbal mulai berubah. Ia menemukan kenyataan bahwa peradaban Timur dan Barat telah menyatu dalam dirinya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengubah keyakinan Iqbal sedikit pun. Di kemudian hari, ia membangun sistem filsafatnya sendiri yang berdasarkan al-Quran.

Iqbal kembali ke Lahore setelah sempat mengajar bahasa Arab di Universitas London dan menjadi Ketua Jurusan Filsafat dan Kesusastraan Inggris. Di Lahore, ia menjadi seorang pengacara. Di sela-sela kesibukannya, Iqbal masih sempat menulis sejumlah puisi berbahasa Persia dan Urdu, serta artikel tentang filsafat, ekonomi, politik, dan sastra berbahasa Inggris. Sebagai seorang penulis meskipun telah mengenyam pendidikan Barat, tapi Iqbal mengecam dunia Barat lewat tulisannya.
Biografi Muhammad Iqbal: Pujangga Besar Islam
Konon, idealisme Iqbal terilhami dari tulisan Sir Sayed Ahmad Khan (1817-1898) yang isinya menyarankan umat Islam mempelajari berbagai buku ilmu pengetahuan Barat, meskipun pengarangnya bukan beragama Islam dan isi bukunya menyalahi al-Quran. Iqbal berkata bahwa setiap muslim harus meniru orang-orang Arab zaman dahulu yang tidak takut kehilangan iman mereka karena mempelajari hukum Newton atau menuntut ilmu di Barat. Secara terang-terangan, Iqbal menghargai peradaban Barat dengan cara mengambil hal yang baik dan bermanfaat saja.

Sementara itu, sebagai seorang filosof muslim, Iqbal sering menuangkan gagasan tentang pribadi manusia (ego) yang kemudian menjadi tema pokok sejumlah puisinya. Sejumlah pemikiran Iqbal tentang hal tersebut termuat dalam beberapa kumpulan puisinya, seperti Syikwa (Keluhan), Jawab-I-Syikwa (Jawaban Keluhan), Bang-i Dara (Panggilan Lonceng), Asrar-i (Rahasia Pribadi), dan Rumudzi Bekhudi (Misteri Penyangkalan Diri). Di kemudian hari, beberapa karyanya telah disadur dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, beberapa ceramah Iqbal termuat dalam sebuah buku kumpulan ceramah yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam. Buku ini adalah karya filsafatnya yang kedua.

Iqbal menentang keras sifat lamban, lemah, dan malas karena dipandangnya sebagai penghambat kemajuan. Ia juga sangat menentang pengertian takdir yang salah kaprah. Menurut Iqbal, seseorang yang ingin maju harus berjuang dengan gigih, bukan hanya menunggu takdir. Kerja keras adalah kunci kesuksesan.

Dalam dunia politik, Iqbal sempat menjabat sebagai Presiden Liga Muslim. Ia adalah tokoh pencetus Negara Islam Pakistan. Pengaruh Iqbal sedemikian rupa sehingga namanya diabadikan di beberapa lembaga di Jerman, Italia, dan negara lain. Pada tahun 1922, sebuah universitas tertua di Jepang menganugerahkan Sir pada Iqbal. Beberapa waktu kemudian, Iqbal juga mendapat gelar Doctor Anumerst di bidang sastra dari Universitas Tokyo. Gelar ini adalah gelar pertama yang diberikan pihak universitas kepada seorang tokoh yang berprestasi dan berdedikasi di bidang tersebut.

Muhammad Iqbal meninggal dunia pada tanggal 21 April 1923 di Lahore. Ia dimakamkan di dekat pintu gerbang Masjid Shahi di Lahore, Pakistan. Dua tahun setelah kematian Iqbal, sebuah revolusi besar terjadi di Pakistan, yang kemudian memicu terbentuknya Republik Islam Pakistan. Sebagai salah satu pencetusnya, Iqbal tidak sempat menyaksikan kelahiran negara baru tersebut.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Copyright © 2013 Kumpulan Biografi | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah

Welcome to CB Network

Contoh Login Form Blogspot

Ini demo atau contoh Kotak Login dan Register Form. Login Form di samping ini hanya contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB karena blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya silakan Pencet Sini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!