Sabtu, 09 Februari 2013

Biografi Harun Al-Rasyid: Puncak Kegemilangan Dinasti Abbasiyah

Khalifah Harun al-Rasyid (145-193 H/763-809 M) dilahirkan di Ray pada bulan Februari 763 M/145 H. Ayahnya bernama al-Mahdi dan ibunya bernama Khaizurran. Waktu kecil ia dididik oleh Yahya bin Khalid al-Barmaki. Ia dibesarkan dengan baik di lingkungan istana dan diasuh agar memiliki pribadi yang kuat dan berjiwa toleransi. Ayahnya telah memberikan beban dan tanggung jawab yang berat di pundaknya dengan melantiknya sebagai gubernur di Saifah pada tahun 163 H. Kemudian pada tahun 164 H diberikan wewenang untuk mengurusi seluruh wilayah Anbar dan negeri-negeri di wilayah Afrika Utara.

Untuk membantu jalannya pemerintahan di wilayah-wilayah tersebut, Harun al-Rasyid telah mengangkat wakil-wakilnya di daerah tersebut sehingga pemerintahan berjalan dengan baik. Karena keberhasilannya, pada tahun 165 H al-Mahdi melantiknya kembali menjadi gubernur untuk kedua kalinya di Saifah. Kecemerlangan dan keberhasilan yang dicapainya membawa Harun al-Rasyid menduduki jabatan sebagai putera mahkota yang akan menggantikan kedudukan ayahnya kelak. Ketika al-Mahdi meninggal dunia pada tahun 170 H, ia resmi menjadi khalifah.

Pribadi dan akhlak Harun al-Rasyid yang baik dan mulia, begitu dihormati dan disegani. Dia salah seorang khalifah yang suka bercengkrama, alim, dan dimuliakan. Selain itu, ia juga terkenal sebagai seorang pemimpin yang pemurah dan suka berderma. Suka musik, mencintai ilmu pengetahuan, dekat dengan para ulama dan penyair. Kepribadian lain yang dimiliki Khalifah Harun al-Rasyid adalah sikapnya yang tegas, mampu mengendalikan diri, tidak emosional, dan sangat peka perasaannya. Kehidupannya atas sikap-sikapnya yang baik dikemukakan oleh Abul 'Athahiyah, seorang penyair kenamaan saat itu. Selain itu, Harun al-Rasyid juga dikenal sebagai seorang khalifah yang suka humor.

Sifat-sifatnya tersebut diperlihatkan hingga ia menjadi khalifah. Harun al-Rasyid menjadi khalifah pada bulan September 786 M dalam usia 23 tahun. Ia menggantikan kedudukan saudaranya Musa al-Hadi. Sewaktu menjadi khalifah ia banyak memperoleh bantuan dari Yahya bin Khalid dan keempat puteranya.
Biografi Harun Al-Rasyid: Puncak Kegemilangan Dinasti Abbasiyah
Harun al-Rasyid adalah khalifah keenam dari dinasti Abbasiyah. Ia dikenal sebagai penguasa terbesar di dunia pada saat itu. Selain itu, Harun al-Rasyid juga dikenal sebagai penguasa yang taat beragama, saleh, dan dermawan. Karenanya tak jarang ia turun ke jalan-jalan di kota Baghdad pada malam hari untuk mengadakan inspeksi dan melihat kenyataan kehidupan sosial yang sebenarnya. Semua itu dilakukan untuk memperbaiki sistem sosial politik dan ekonomi yang berujung pada perbaikan kehidupan masyarakat miskin dan lemah.

Selama masa pemerintahannya (170-193 H/786-809 M), Bani Abbasiyah mengalami masa kejayaan. Sebab pada masa ini, terjadi banyak perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Kemajuan ini disebabkan antara lain oleh berbagai kebijakan yang dikeluarkannya. Selain itu, Harun al-Rasyid dikenal sebagai seorang khalifah yang cinta ilmu pengetahuan, sehingga ia sangat perhatian dalam masalah ini.
selengkapnya...

Kamis, 07 Februari 2013

Biografi Xenophanes: Penyair dari Yunani Kuno

Xenophanes (570 - ? SM) dilahirkan di Xolophon, Asia Kecil. Waktu berumur 25 tahun ia mengembara ke Yunani. Ia lebih tepat dikatakan sebagai penyair dari pada ahli pikir (filosof), hanya karena ia mempunyai daya nalar yang kritis dan mempelajari pemikiran-pemikiran filsafat pada saat itu. Namanya menjadi terkenal karena untuk pertama kali melontarkan anggapan bahwa adanya konflik antara pemikiran filsafat (rasio) dengan pemikiran mitos.

Pendapatnya yang termuat dalam kritik terhadap Homerus dan Herodotus, ia membantah adanya antropomorfisme Tuhan-Tuhan, yaitu Tuhan digambarkan sebagai (seakan-akan) manusia. Karena manusia selalu mempunyai kecendrungan berpikir maka Tuhan pun seperti manusia yang bersuara, berpakaian, dan lain-lainnya.
Biografi Xenophanes: Penyair dari Yunani Kuno
Ia juga membantah bahwa Tuhan bersifat kekal dan tidak mempunyai permulaan. Ia juga menolak anggapan bahwa Tuhan mempunyai jumlah yang banyak dan menekan atas keesaan Tuhan. Kritik ini ditujukan kepada anggapan-anggapan lama yang berdasar pada mitologi.

*) Dari berbagai sumber.
selengkapnya...

Biografi Pythagoras: Pencetus Rumus Pythagoras

Pythagoras (+/- 572 - 497 SM), menurut riwayat hidupnya, ia dilahirkan di Pulau Samos, Ionia. Tanggal dan tahunnya tidak diketahui secara pasti. Ia juga tidak meninggalkan tulisan-tulisan sehingga apa yang diketahui tentang Pythagoras diperlukan kesaksian-kesaksian. Menurut Aristoxenos seorang murid Aristoteles, Pythagoras pindah ke kota Kroton, Italia Selatan karena tidak setuju dengan pemerintahan Polykrates yang bersifat tirani. Di kota ini ia mendirikan sekolah agama, selama 20 tahun ia di Kroton, kemudian pindah ke Metapontion dan meninggal di kota ini.

Pemikirannya, substansi dari semua benda adalah bilangan, dan segala gejala alam merupakan pengungkapan inderawi dari perbandingan-perbandingan matematis. Bilangan merupakan inti sari dan dasar pokok dari sifat-sifat benda (number rules the universe = bilangan memerintah jagat raya). Ia juga mengembangkan pokok soal matematik yang termasuk teori bilangan. Umpamanya, dikembangkannya susunan bilangan-bilangan yang mempunyai bentuk geometris.

Pemikirannya tentang bilangan, ia mengemukakan bahwa setiap bilangan dasar 1 sampai 10 mempunyai kekuatan dan arti sendiri-sendiri. Satu adalah asal mula segala sesuatu sepuluh, dan sepuluh adalah bilangan sempurna. Bilangan gasal (ganjil) lebih sempurna dari pada bilangan genap dan identik dengan finite (terbatas). Salah seorang penganut Pythagoras mengatakan bahwa Tuhan adalah bilangan tujuh, jiwa itu bilangan enam, badan itu bilangan empat.

Pythagoraslah yang mengatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur, sesuatu yang harmonis seperti dalam musik. Keharmonisan dapat tercapai dengan menggabungkan hal-hal yang berlawanan, seperti:

terbatas - tak terbatas
ganjil - genap
satu - banyak
laki-laki - perempuan
bujur sangkar - empat persegi panjang
diam - gerak
lurus - bengkok
baik - buruk
terang - gelap
kanan - kiri
Biografi Pythagoras: Pencetus Rumus Pythagoras
Menurut Pythagoras, kearifan yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh Tuhan saja, oleh karenanya ia tidak mau disebut sebagai orang arif seperti Thales, akan tetapi menyebut dirinya sebagai philosophos yaitu pencipta kearifan. Istilah philosophos ini kemudian menjadi philosophia yang terjemahannya secara harfiah adalah cinta kearifan atau kebijaksanaan sehingga sampai sekarang secara etimologis dan singkat sederhana, filsafat dapat diartikan sebagai cinta kearifan atau kebijaksanaan (love of wisdom).

Sebagai seorang yang ahli matematika abadi ia dengan dalilnya: jumlah dari luas dua sisi sebuah segi tiga siku-siku adalah sama dengan luas sisi miringnya ( a2 + b2 = c2).

*) Dari berbagai sumber.
selengkapnya...

Rabu, 06 Februari 2013

Biografi Anaximandros: Pembuat Peta Bumi dari Yunani Kuno

Anaximandros (640 - 546 SM) adalah orang pertama yang mengarang suatu traktat dalam kesusasteraan Yunani dan berjasa dalam bidang astronomi, geografi. Sehingga ia sebagai orang pertama yang membuat peta bumi dan usahanya dalam bidang geografi dilanjutkan oleh Herakleios, sewarga polis dengan dia. Ia berhasil memimpin sekelompok orang yang membuat kota baru di Apollonia, Yunani.

Pemikirannya dalam memberikan pendapat tentang arche (asas pertama alam semesta), ia tidak menunjuk pada salah satu unsur yang dapat diamati oleh indera, akan tetapi ia menunjuk dan memilih pada sesuatu yang tidak dapat diamati oleh indera, yaitu to apeiron, sebagai sesuatu yang tidak terbatas, abad sifatnya, tidak berubah-ubah, ada pada segala-galanya, dan sesuatu yang paling dalam. Alasannya, apabila tentang arche tersebut ia menunjuk pada salah satu unsur maka unsur tersebut akan mempunyai sifat yang dapat bergerak sesuai dengan sifatnya, sehingga tidak ada tempat bagi unsur yang berlawanan.
Biografi Anaximandros: Pembuat Peta Bumi dari Yunani Kuno
Pendapatnya yang lain, bumi seperti silinder, lebarnya tiga kali lebih besar dari tingginya. Sedangkan bumi tidak terletak atau bersandar pada sesuatu pun. Mengapa bumi tidak jatuh? Karena bumi berada pada pusat jagad raya. Pemikiranya ini harus dipandang sebagai titik ajaran yang mengherankan bagi orang-orang modern.

*) Dari berbagai sumber.
selengkapnya...

Rabu, 30 Januari 2013

Biografi Thales: Pemikir Filsafat Yunani Kuno

Nama Thales (625 - 545 SM) muncul atas penuturan sejarawan Herodotus pada abad ke-5 SM. Thales sebagai salah satu dari tujuh orang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Aristoteles memberikan gelar The Father of Philosophy. Juga menjadi penasehat teknis 12 kota Ionia. Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM.

Thales mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar, dan struktur komposisi dari alam semesta. Menurut pendapatnya, semua yang berasal dari air sebagai materi dasar kosmis. Sebagai ilmuwan pada masa itu ia mempelajari magnetisme dan listrik yang merupakan pokok soal fisika. Juga mengembangkan astronomi dan matematika dengan mengemukakan pendapat bahwa bulan bersinar karena memantulkan cahaya matahari, menghitung terjadinya gerhana matahari, dan adalah bahwa kedua sudut alas dari suatu segi tiga sama kaki adalah sama besarnya. Dengan demikian, Thales merupakan ahli matematika yang pertama dan juga sebagai the father of deductive reasoning (bapak penalaran deduktif).

Dari pendapat itu dapat diartikan bahwa apa yang disebut sebagai arche (asas pertama dari alam semesta) adalah air. Katanya, semua berasal dari air, dan semuanya kembali menjadi air. Bahwa bumi terletak di atas air, dan bumi sebagai bahan yang muncul dari air dan terapung di atasnya.
Biografi Thales: Pemikir Filsafat Yunani Kuno
Dalam sejarah matematika, Thales dianggap sebagai pelopor geometri abstrak yang didasarkan pada petunjuk pengukur banjir, yang implementasinya dengan membuktikan dalil-dalil geometri yang salah satunya bahwa kedua sudut alas dari suatu segi tiga sama kaki adalah sama besarnya.

Walaupun pandangan-pandangan Thales banyak yang kurang jelas, akan tetapi pendapatnya merupakaan percobaan pertama yang masih sangat sederhana dengan menggunakan rasio (akal pikir).

*) Dari berbagai sumber.
selengkapnya...

Senin, 28 Januari 2013

Biografi Abdul Latief Al-Baghdadi: Ahli Anatomi dan Tulang Muslim

Nama lengkap Abdul Latief al-Baghdadi adalah Abu Mohammad Abdul Latief bin Yusuf bin Mohammad. Ia lahir pada tahun 1162 di Baghdad. Sejak kecil ia telah mempelajari alquran dan ilmu agama dari al-Wajih al-Wasiti. Menjelang dewasa, ia melanjutkan pendidikannya dengan mempelajari ilmu kedokteran dan filsafat. Salah seorang gurunya adalah Ibnu Tilmiz. Selanjutnya, ia pergi ke Damaskus dan Mesir. Di sana, ia mendalami ilmu-ilmu agama, kedokteran, sastra, dan filsafat.

Abdul Latief adalah seorang ahli anatomi, sastrawan, dan filosof. Namanya terkenal sebagai ahli anatomi pertama yang mendeskripsikan tengkorak kepala manusia dan tulang muka, termasuk tulang rahang bawah, secara lengkap dan akurat. Sepanjang hidupnya, Abdul Latief sangat tekun mempelajari ilmu kedokteran. Ia meneliti sejumlah karya para ahli medis Yunani dan mengembangkannya melalui banyak penelitian. Selain itu, ia juga mengembangkan kajian tentang tulang manusia, khususnya tulang rahang bawah. Selama berada di Mesir, ia menganalisa Teori Galenus mengenai tulang bawah dan tulang yang menghubungkan tulang punggung dengan tulang kaki, sebelum kemudian berhasil menyempurnakannya. Penelitiannya di bidang ini memunculkan banyak temuan yang mengejutkan.

Di kemudian hari, sejumlah buku karya Abdul Latief banyak diterjemahkan dalam bahasa Latin dan disimpan di Perpustakaan Universitas Oxford, Inggris (1800). Pada tahun 1810, karya Abdul Latief juga diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Sebelum diterbitkan, karya tersebut diberi tambahan berupa sejumlah catatan penelitian Abdul Latief. Pada masa itu, karya tersebut sangat berpengaruh bagi perkembangan ilmu kedokteran Eropa.
Biografi Abdul Latief Al-Baghdadi: Ahli Anatomi dan Tulang Muslim
Abdul Latief juga dikenal sebagai sastrawan yang sering mengembara. Ia gemar menulis tentang budaya suatu daerah dengan bahasa yang sangat indah. Oleh beberapa peneliti, bukunya yang berjudul Account of Egypt dinyatakan sebagai salah satu karya topografi terpenting pada abad pertengahan. Buku tersebut memuat sejumlah deskripsi yang menarik tentang bencana kelaparan yang terjadi ketika Sungai Nil dilanda kekeringan (1200-1202). Saat itu, ia sedang berada dalam perjalanan menuju Mesir dan menyaksikan sendiri bencana tersebut.

Sebagai seorang sastrawan, Abdul Latief sangat terkesan dengan karya-karya Ibnu Sina. Meskipun demikian, ia pernah mengkritik sejumlah karya Ibnu Sina. Di sisi lain, Abdul Latief juga sangat mengagumi Aristoteles. Dalam beberapa karya filsafat dan sastranya, terlihat pengaruh sang ilmuwan Yunani tersebut. Abdul Latief juga pernah mengkritik karya ilmuwan Yunani, Galen, dengan tajam. Selain menulis kritikan, Abdul Latief menerjemahkan sejumlah karya para pemikir Yunani, seperti Hippocrates.

Semasa hidupnya, Abdul Latief telah menghasilkan 173 buku yang mencakup bidang kedokteran, sastra, geografi, filsafat, matematika, sains, dan sejarah. Selain itu, ia juga menulis kisah perjalanannya ke berbagai tempat dalam bentuk buku. Para ilmuwan Barat menggambarkan sosok Abdul Latief sebagai seorang genius yang gemar melakukan penelitian dan akrab dengan kajian ilmiah. Ia menulis sebuah buku otobiografi tentang dirinya sendiri.

Abdul Latief wafat pada tahun 1231.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Kamis, 27 Desember 2012

Biografi Ibnu Thufail: Penulis Kisah Filsafat

Nama lengkap Ibnu Thufail adalah Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Muhammad bin Abu Thufayl al-Qaysi, tapi lebih terkenal dengan nama al-Andalusi atau al-Kurtubi al-Isybili. Ia lahir pada tahun 1110 di Guadix, Spanyol. Ibnu Thufail adalah keturunan Kays, salah satu suku Arab yang terkemuka. Di Barat, Ibnu Thufail lebih dikenal dengan nama Abubacer. Ia adalah seorang ahli filsafat dan kedokteran.

Semasa hidupnya, nama Ibnu Thufail dikenal sebagai penulis kisah filsafat. Kisah-kisahnya selalu didasarkan pada pertanyaan tentang asal mula manusia, keberadaan dunia, dan pertanyaan filosofis lain. Ia mengemas pandangan filsafatnya dalam sebuah karya sastra yang berjudul Hayy Ibn Yaqzan (The Living Son of Vigilant). Karyanya tersebut terinspirasi dari beberapa murid Ibnu Sina, yaitu Hayy Ibn Yaqzan, Salaman, dan Absal. Hayy Ibn Yaqzan merupakah salah satu karya yang paling cemerlang pada abad pertengahan.

Ibnu Thufail membuat Hayy Ibn Yaqzan berdasarkan sebuah cerita kuno di dunia Timur, yaitu The Story of the Idol and the King and His Daughter. Melalui bukunya ini, Ibnu Thufail mengajak pembacanya untuk merasakan dan memahami pandangan filsafatnya. Secara garis besar, buku tersebut berkisah tentang pengetahuan manusia yang muncul dari sebuah kekosongan, sebelum kemudian ia menemukan pengalaman mistik melalui hubungannya dengan Tuhan.
Biografi Ibnu Thufail: Penulis Kisah Filsafat
Lewat ceritanya, Ibnu Thufail juga ingin mengemukakan dua fakta penting. Pertama, kesatuan adalah sisi lain dari keberagaman. Kedua, jiwa adalah sesuatu yang selalu ada. Selain itu, Ibnu Thufail juga menyadari bahwa dunia tidak akan ada tanpa ruang dan waktu. Dunia terbentuk karena suatu penyebab awal. Penyebab itu adalah Tuhan. Ibnu Thufail juga menyimpulkan bahwa hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan hidup dan mati, yaitu kehadiran sebuah energi yang selalu menuntunnya pada Tuhan. Karya Ibnu Thufail ini diterjemahkan dalam berbagai bahasa, seperti Latin, Perancis, dan Spanyol. Ibnu Thufail pun dianggap memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu filsafat. Ia dianggap sebagai filosof kedua yang memiliki pengaruh besar di dunia Barat setelah Ibnu Bajjah.

Dalam setiap karyanya, Ibnu Thufail selalu berupaya menyeimbangkan antara agama dan pemikiran rasional, meskipun para filosof sebelum dan sesudah masanya jarang melakukannya. Hal tersebut menunjukkan keinginan Ibnu Thufail untuk mempertemukan filsafat dan agama. Ibnu Thufail meyakini bahwa ada sebuah jalan mistis yang dapat dirasakan seseorang jika ia berhubungan dengan Tuhan, misalnya melalui kegiatan spiritual (ibadah) yang dijalankan secara teratur. Oleh beberapa kalangan, pandangan Ibnu Thufail dianggap sebagai sebuah pencerahan.

Ibnu Thufail menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1185 di Maroko.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Copyright © 2013 Kumpulan Biografi | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah

Welcome to CB Network

Contoh Login Form Blogspot

Ini demo atau contoh Kotak Login dan Register Form. Login Form di samping ini hanya contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB karena blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya silakan Pencet Sini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!