Kamis, 13 September 2012

Biografi Singkat Michael Faraday: Penemu Hukum Faraday

Michael Faraday (1791 – 1867) sejak kecil sudah menyukai sains. Pada usia 13 tahun sambil bekerja di toko buku, ia mulai belajar ensiklopedi dan buku-buku sains. Kontribusi Faraday selanjutnya terhadap sains sangat mengagumkan. Jika saat itu, sudah ada penghargaan Nobel, dia mungkin sudah dapat enam kali.

Dia pertama kali yang menemukan senyawa-senyawa karbon klorida pada tahun 1820 dan benzena pada tahun 1825. Dia sangat terkenal dalam penemuannya di bidang listrik. Sebagai penghargaan dalam bidang kimia, jumlah muatan listrik yang dibawa oleh satu mol elektron, disebut satu faraday.

Faraday pun menemukan hubungan antara jumlah listrik yang digunakan dengan massa zat yang dihasilkan, baik di katode maupun anode pada proses elektrolisis. Dan disebut sebagai Hukum Faraday.

Biografi Singkat Michael Faraday: Penemu Hukum Faraday

Hukum Faraday 1 menyatakan: Massa zat yang dihasilkan sebanding dengan jumlah muatan listrik (Q) yang melewati sel elektrolit tersebut.

Hukum Faraday II menyatakan: Massa zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekuivalensi (w) zat tersebut pada sel elektrolisis.

Jika Hukum Faraday I dan II digabungkan, diperoleh hubungan sebagai berikut: Reaksi reduksi pada katode: Ag+ + e- ---> Ag. Pada bembentukan 1 mol Ag diperoleh jumlah elektron yang berperan e=1. Jumlah listrik yang dialirkan ke dalam sel elektrolisis untuk mendapatkan 1 mol elektron dinamakan 1 Faraday (1 F). Dari hasil percobaan diperoleh bahwa 1 Faraday setara dengan 96.487 coulomb atau sering dibulatkan menjadi 96.500 coulomb.

Selain itu, ia juga dijuluki sebagai "Bapak Listrik". Oleh karena usahanya, listrik menjadi bagian teknologi yang berguna untuk masa yang akan datang.

*Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Senin, 10 September 2012

Biografi Singkat William Derham: Peneliti Kecepatan Bunyi

William Derham (26 November 1657 - 5 April 1735) adalah seorang ilmuwan Inggris. Ia adalah orang pertama yang mengetahui cara mengukur kecepatan bunyi ketika berada di Upminister. Pada tahun 1708, ia melakukan percobaan dengan mengukur gelombang langsung yang diterima dari sumber bunyi.

Dari tempat yang cukup tinggi (dari menara sebuah gereja), ia mengamati selang waktu antara terlihatnya api ledakan meriam dan saat bunyi terdengar dari sebuah meriam yang diledakkan pada jarak 19 km dari tempat ia mengamati.

Apabila interval waktu antara dilihatnya api ledakan meriam dengan terdengarnya bunyi adalah t, karena kecepatan cahaya sangat besar, yaitu 300.000 km,s-1 maka selang waktu merambatnya cahaya dari sumber ledakan sampai pada pengamat sangat kecil (boleh dianggap nol atau diabaikan).

Biografi Singkat William Derham: Peneliti Kecepatan Bunyi


Melalui percobaan tersebut, William Derham memperoleh hasil untuk kecepatan bunyi v = 343 ms-1.

*Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Minggu, 09 September 2012

Biografi Singkat Thomas Young: Fisikawan Inggris

Thomas Young (13 Juni 1773 - 10 Mei 1829) merupakan ilmuwan dan peneliti asal Inggris. Ia berasal dari keluarga Quaker di Milverton, dan merupakan anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Di usia 14 tahun, ia telah menguasai 12 bahasa, yaitu Yunani, Latin, Perancis, Italia, Hebrew, Chaldean, Siria, Samarita, Arab, Persia, Turki, dan Amharic.

Pada tahun 1792, ia belajar medis di London, kemudian pada tahun 1794 pindah ke Edingburg untuk melanjutkan proses belajarnya. Pada tahun 1797, ia melanjutkan studinya di Universitas Emmanuel, Cambridge di bidang Ilmu Fisika dan memperoleh gelar Doktor pada tahun 1796.

Pada tahun 1801, Young melakukan eksperimen yang menunjukkan adanya gejala interferensi pada gelombang. Untuk mendapatkan dua gelombang yang koheren, Thomas Young menggunakan sumber cahaya titik yang di depannya diletakkan penghalang dengan satu celah dan penghalang dua celah. Gelombang yang dihasilkan sumber cahaya sekunder pada celah merupakan cahaya koheren, karena berasal dari satu titik.

Biografi Singkat Thomas Young: Fisikawan Inggris


Garis vertikal menggambarkan arah rambatan gelombang lingkaran. Apabila gelombang yang dihasilkan berupa gelombang cahaya monokromatis, terjadi pola gelap terang sedangkan jika gelombang yang dihasilkan gelombang cahaya polikromatis maka pola interferensi berupa spektrum warna.

Pada tahun 1801 juga ia dinobatkan menjadi profesor "filosofi alami" bidang fisika oleh Royal Institut dan dalam dua tahun ia telah memberikan 91 seminar mengenai fisika dan mempublikasikannya dalam bentuk teori. Pada tahun 1803, ia mengundurkan diri dari jabatannya menjadi profesor.

*Dari berbagai sumber
selengkapnya...

Biografi Ibnu Jazzar: Dokter Muslim Kaum Fakir

Nama lengkap Ibnu Jazzar adalah Abu Ja’far Ahmad bin Ibrahim bin Abi Khalid Ibnu al-Jazzar. Ia dilahirkan di Qayrawan, Tunisia. Ayahnya adalah seorang dokter. Tak heran, di kemudian hari, ia tertarik mengkaji ilmu kedokteran pula. Ibnu Jazzar mendapat pendidikan dasar dari keluarganya. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan formal di bawah bimbingan Ishaq bin Sulayman al-Isra’ili, seorang dokter terkenal keturunan Yahudi. Karena kecerdasan dan ketekunannya, Ibnu Jazzar akhirnya berhasil menjadi seorang dokter yang andal.

Ibnu Jazzar terkenal sebagai seorang dokter yang dermawan, tapi sangat disiplin dan cermat. Ia tidak hanya menjadi dokter dari kalangan elit, tapi juga dari kalangan rakyat jelata dan fakir miskin. Saat menghadapi para pasien, ia selalu sabar mendengarkan keluhan mereka, sebelum kemudian mengobati dengan teliti. Pengalaman tersebut kemudian dituliskannya dalam sejumlah buku. Tanpa diduga, buku-buku yang berisi pengalaman hidupnya itu justru membuat namanya terkenal di dalam dan luar negeri. Di antara karya tersebut, salah satunya adalah Kitab Thibb al-Fukara atau Medicine for the Poor (Obat-obatan Untuk Kaum Fakir). Buku ini dianggap sebagai bukti kepedulian Ibnu Jazzar pada kesehatan kaum miskin. Karya ini termasuk salah satu buku yang sangat popular di abad pertengahan. Al-Adwiya al-Mufrada (Cara Pengobatan Sederhana) juga merupakan karya terkenal Ibnu Jazzar. Di kemudian hari, buku-bukunya itu diterjemahkan dalam bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani.
Biografi Ibnu Jazzar: Dokter Muslim Kaum Fakir
Zal al-Musafir wa Qut al-Hadir adalah salah satu karya Ibnu Jazzar yang dianggap fenomenal. Karya ini terdiri dari tujuh jilid buku yang berisi tentang pengobatan berbagai jenis penyakit. Sehubungan dengan hal itu, untuk memperkuat pendapatnya, Ibnu Jazzar mengutip pendapat para dokter ternama pendahulunya. Pada awal abad XI, buku ini diterjemahkan dalam bahasa Yunani, sebelum kemudian menyebar luas hingga ke negara lain. Tak lama kemudian, Zal al-Musafir wa Qut al-Hadir diterjemahkan pula dalam bahasa Ibrani. Pada tahun 1124, buku karya Ibnu Jazzar ini akhirnya diterjemahkan dalam bahasa Latin.

Sejumlah ahli berpendapat kalau keberadaan Zad al-Musafir wa Qut al-Hadir memberikan pengaruh yang kuat bagi perkembangan ilmu kedokteran di Eropa Tengah. Satu jilid buku ini, yaitu tentang demam dan penyakit seksual, diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul Arts of Medicine. Buku terjemahan inin kemudian menjadi buku teks terkenal yang menjadi bahan rujukan para mahasiswa ilmu kedokteran di Universitas Oxford dan sejumlah universitas di Bologna, Italia, dan Perancis.

Semasa hidupnya, Ibnu Jazzar menghasilkan sekitar dua puluh judul buku kedokteran.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Kamis, 06 September 2012

Biografi Tsabit bin Qurrah: Ahli Geometri Islam Terbesar

Tsabit bin Qurrah lahir pada tahun 833 di Haran, Mesopotamia. Ia dikenal sebagai ahli geometri terbesar pada masa itu. Tsabit merupakan salah satu penerus karya al-Khawarizmi. Beberapa karyanya diterjemahkan dalam bahasa Arab dan Latin, khususnya karya tentang Kerucut Apollonius. Tsabit juga pernah menerjemahkan sejumlah karya ilmuwan Yunani, seperti Euclides, Archimedes, dan Ptolomeus.

Karya orisinal Archimedes yang diterjemahkannya berupa manuskrip berbahasa Arab, yang ditemukan di Kairo. Setelah diterjemahkan, karya tersebut kemudian diterbitkan di Eropa. Pada tahun 1929, karya tersebut diterjemahkan lagi dalam bahasa Jerman. Adapun karya Euclides yang diterjemahkannya berjudul On the Promises of Euclid; on the Propositions of Euclid dan sebuah buku tentang sejumlah dalil dan pertanyaan yang muncul jika dua buah garis lurus dipotong oleh garis ketiga. Hal tersebut merupakan salah satu bukti dari pernyataan Euclides yang terkenal di dunia ilmu pengetahuan. Selain itu, Tsabit juga pernah menerjemahkan sebuah buku geometri yang berjudul Introduction to the Book of Euclid.

Buku Elements karya Euclides merupakan sebuah titik awal dalam kajian ilmu geometri. Seperti yang dilakukan para ilmuwan muslim lain, Tsabit bin Qurrah pun tidak mau ketinggalan mengembangkan dalil baru tersebut. Ia mulai mempelajari dan mendalami masalah bilangan irasional. Dengan metode geometri, ia ternyata mampu memecahkan soal khusus persamaan pangkat tiga. Sejumlah persamaan geometri yang dikembangkan Tsabit bin Qurrah mendapat perhatian dari sejumlah ilmuwan muslim, terutama para ahli matematika. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Abu Ja’far al-Khazin, seorang ahli yang sanggup menyelesaikan beberapa soal perhitungan dengan menggunakan bagian dari kerucut. Para ahli matematika menganggap penyelesaian yang dibuaat Tsabit bin Qurrah sangat kreatif. Tentu saja, hal tersebut disebabkan Tsabit bin Qurrah sangat menguasai semua buku karya ilmuwan asing yang pernah diterjemahkannya.

Biografi Tsabit bin Qurrah: Ahli Geometri Islam Terbesar
Tsabit bin Qurrah juga pernah menulis sejumlah persamaan pangkat dua (kuadrat), persamaan pangkat tiga (kubik), dan beberapa pendalaman rumus untuk mengantisipasi perkembangan kalkulus integral. Selain itu, ia melakukan sejumlah kajian mengenai parabola, sebelum kemudian mengembangkannya. Dalam bukunya yang berjudul Quadrature of Parabola, ia menggunakan bentuk hitungan integral untuk mengetahui sebuah bidang dari parabola.

Selain mahir matematika, Tsabit juga ahli astronomi. Ia pernah bekerja di Pusat Penelitian Astronomi yang didirikan oleh Khalifah al-Ma’mun di Baghdad. Selama bekerja di sana, Tsabit meneliti gerakan sejumlah bintang yang disebut Hizzatul I’tidalain, yang ternyata mempengaruhi terjadinya gelombang bumi setiap 26 tahun sekali. Sejak 5000 tahun yang lalu, para ahli perbintangan Mesir telah menemukan sebuah bintang yang bergerak mendekati Kutub Utara, yang disebut Alfa al-Tanin. Pada tahun 2100 nanti, bintang tersebut akan menjauhi Kutub Utara. Pada tahun 14000, akan muncul kembali sebuah bintang utara yang bernama an-Nasr. Bintang tersebut adalah bintang utara yang paling terang.

Tsabit juga memimpin sebuah penelitian pada masa pemerintahan Khalifah al-Rasyid. Tsabit mengukur luas bumi dengan menggunakan garis bujur dan garis lintang secara teliti. Penemuan Tsabit tersebut memberikan inspirasi pada para pelaut, seperti Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia yang dimulai dari Laut Atlantik. Berkat penemuan tersebut, para pelaut bisa memastikan kalau mereka tidak akan tersesat dan kembali ke tempat semula, yaitu Laut Atlantik. Penemuan penting Tsabit yang lain adalah jam matahari. Jam ini menggunakan sinar matahari untuk mengetahui peredaran waktu dan menentukan waktu shalat. Tsabit juga membuat kalender tahunan berdasarkan sistem matahari.

Tsabit bin Qurrah meninggal dunia pada tahun 911 di Baghdad.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Senin, 03 September 2012

Biografi Ibnu Said Al-Maghribi: Ahli Sejarah dan Penyair Islam dari Andalusia

Nama lengkap Ibnu Said al-Maghribi adalah Abu al-Hasan Ali bin Musa bin Muhammad bin Abdul Malik bin Said al-Maghribi. Ia adalah seorang ahli sejarah dan geografi. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penyair Andalusia. Ibnu Said lahir pada tahun 1231 (610 H) di sebuah perkampungan dekat kota Granada. Keluarganya adalah keturunan Ammar bin Yassir.

Ibnu Said menghabiskan masa mudanya di Spanyol. Di sana, ia menuntut ilmu dan melakukan aktifitas intelektual lainnya. Pada tahun 1241 (639 H), Ibnu Said meninggalkan Spanyol untuk melaksanakan ibadah haji bersama ayahnya, yang kemudian meninggal dalam perjalanan. Tanpa diduga, begitu tiba di Kairo, Ibnu Said mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang ternyata telah mengenal salah satu karyanya yang berjudul Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib. Di kota itulah namanya mulai terkenal untuk pertama kali.

Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib adalah sebuah karya yang berkali-kali direvisi oleh penulisnya. Pada tahun 1249 (648 H), al-Maghribi mulai melakukan perjalanan panjang dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dan bahan sebanyak-banyaknya untuk menulis buku. Ia meninggalkan Mesir menuju Irak, Suriah, dan sejumlah negara lain. Semula, buku tersebut disusun ayahnya, tapi kemudian ditinggalkan tanpa pernah diselesaikan. Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib tidak pernah muncul dalam bentuk asli yang terjilid utuh, tapi dalam bentuk manuskrip yang dijumpai di Kairo.
Biografi Ibnu Said Al-Maghribi: Ahli Sejarah dan Penyair Islam dari Andalusia
Sebagai seorang penyair, Ibnu Said menulis beragam jenis syair, baik yang bertema klise, ekspresi nostalgia terhadap kampung halaman, maupun ungkapan perasaannya. Namun, karya-karya Ibnu Said yang banyak ditemukan dan diterbitkan kembali di kemudian hari adalah karya yang berbentuk tulisan ilmiah dan populer.

Riwayat al-Mubarrizin wa Ghayat al-Mumayyizin adalah salah satu karya Ibnu Said yang telah diterjemahkan dalam bahasa Spanyol oleh E. Garcia Gomez di Madrid (1942) dan dalam bahasa Inggris oleh A. J. Arberry di Cambridge. Karya Ibnu Said lainnya adalah Unwan al-Murkisat wa al-Mutribat yang terbit di Kairo pada tahun 1286. Karya ini telah diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis oleh A. Mahdad (1949). Sementara itu, al-Ghusun al-Yani’a fi Mahasin Syu’ara al-Mi’a as-Sabi’a dan Ikhtisar al-Kidh al-Mualla fi at-Tarikh al-Muhalla adalah dua karya Ibnu Said yang diedit kembali oleh Ibrahim Ibyari (Kairo, 1955 dan 1959). Pada tahun 1953 dan 1958, karyanya yang berjudul Mukhtasar Jughrafiyah juga diedit dan sebagian diterjemahkan dalam bahasa Spanyol oleh J. Vernet G. Potrian, yang juga menerjemahkan karya yang sama tapi dalam bahasa Perancis. Sebagian besar karya Ibnu Said berisi biografi para sarjana terkenal yang hidup pada masa itu dan cerita keluarga si penulis serta perjalanannya ke Mekkah.

Ibnu Said meninggal dunia pada tahun 1286 (685 H).

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Sabtu, 01 September 2012

Biografi Ibnu Rusyd: Perintis Ilmu Jaringan Tubuh

Ibnu Rusyd adalah seorang ilmuwan muslim yang cerdas dan menguasai banyak bidang ilmu, seperti al-Quran, fisika, kedokteran, biologi, filsafat, dan astronomi. Ibnu Rusyd lahir pada tahun 1198 di Kordoba, Spanyol. Di Barat, ia dikenal dengan nama Averroes. Ayah Ibnu Rusyd adalah seorang ahli hukum yang cukup berpengaruh di Kordoba. Sementara itu, banyak saudaranya menduduki posisi penting di pemerintahan. Latar belakang keluarganya itulah yang sangat mempengaruhi proses pembentukan tingkat intelektualitas Ibnu Rusyd di kemudian hari. Ibnu Rusyd adalah seorang tokoh perintis ilmu jaringan tubuh (histology). Ia pun berjasa dalam bidang penelitian pembuluh darah dan penyakit cacar.

Abad XII dan beberapa abad sebelumnya adalah zaman keemasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam. Saat itu, Dinasti Abbasiyah sedang berkuasa, dengan pusat pemerintahan di Semenanjung Andalusia (Spanyol). Para penguasa muslim pada masa itu sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Mereka sering meminta para ilmuwan untuk menggali kembali warisan intelektual Yunani yang masih tersisa. Dengan begitu, nama-nama ilmuwan beserta Yunani beserta karyanya, seperti Aristoteles, Plato, Phytagoras, dan Euclides, masih tetap terpelihara hingga sekarang.

Ibnu Rusyd dapat digolongkan sebagai seorang ilmuwan yang komplit. Selain sebagai seorang ahli filsafat, ia juga dikenal pakar di bidang kedokteran, sastra, logika, ilmu pasti, dan ilmu agama. Sehubungan dengan itu, ia sangat menguasai ilmu tafsir al-Quran dan hadis, juga ilmu hukum dan fikih. Disebabkan kecerdasannya itulah, ia kemudian diangkat menjadi Hakim Agung Kordoba, sebuah jabatan yang pernah dipegang kakeknya pada masa pemerintahan Dinasti al-Murabitun di Afrika Utara. Ibnu Rusyd menjadi hakim agung selama masa pemerintahan Khalifah Abu Ya’kub Yusuf hingga anaknya, Khalifah Abu Yusuf.
Biografi Ibnu Rusyd: Perintis Ilmu Jaringan Tubuh
Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang dokter dan hakim agung, Ibnu Rusyd menyempatkan diri menulis. Ia menghasilkan lebih dari dua puluh buku kedokteran. Salah satunya adalah al-Kulliyyat fi al-Thibb, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin. Buku yang merupakan ikhtisar kedokteran yang terlengkap pada zamannya ini diterbitkan di Padua pada tahun 1255. Sementara itu, salinannya dalam versi bahasa Inggris dikenal dengan judul General Rules of Medicine. Salinan tersebut sempat dicetak ulang sebanyak beberapa kali di Eropa. Para penulis sejarah mengungkapkan kedalaman pemahaman Ibnu Rusyd dalam bidang kedokteran dengan berkata, “Fatwanya dalam ilmu kedokteran dikagumi sebagaimana fatwanya dalam fikih. Semua itu disebabkan kedalaman filsafat dan ilmu kalamnya.”

Ibnu Rusyd juga seorang ahli filsafat yang cerdas. Pada masa itu, buku-buku Aristoteles yang diterbitkan masih sangat sedikit dan sulit dipahami. Menyadari hal itu, Ibnu Rusyd tergerak untuk mengoreksi buku terjemahan karya Aristoteles tersebut bahkan melengkapinya. Ibnu Rusyd juga menerjemahkan dan melengkapi sejumlah karya pemikir Yunani lain, seperti Plato yang mempunyai pengaruh selama berabad-abad.

Pada tahun 1169-1195, Ibnu Rusyd menulis sejumlah komentar terhadap karya-karya Aristoteles, seperti De Organon, De Anima, Phiysica, Metaphisica, De Partibus Animalia, Parna Naturalisi, Metodologica, Rhetorica, dan Nichomachean Ethick. Dengan kecerdasannya, komentar Ibnu Rusyd itu seolah menghadirkan kembali pemikiran Aristoteles secara lengkap. Di sinilah terlihat kemampuan Ibnu Rusyd yang luar biasa dalam melakukan sebuah pengamatan. Di kemudian hari, komentar Ibnu Rusyd tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan tradisi intelektual kaum Yahudi dan Nasrani. Hal itulah yang kemudian membuka jalan bagi Ibnu Rusyd mengunjungi Eropa untuk mempelajari warisan Aristoteles dan filsafat Yunani.

Ibnu Rusyd juga dikenal sebagai pengkritik Ibnu Sina yang paling bersemangat. Meskipun begitu, ia tetap menghormati karya para pendahulunya. Ia juga tertarik pada gagasan al-Farabi tentang logika. Hal itu selalu memberinya inspirasi untuk berkarya. Ibnu Rusyd adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani.

Di bidang ilmu agama, Ibnu Rusyd menghasilkan sejumlah karya, seperti Tahafut at-tahafut, sebuah kitab yang menjawab serangan Abu Hamid al-Ghazali terhadap para filosof terdahulu. Sebagai seorang ahli ilmu agama dan filsafat, Ibnu Rusyd dianggap cukup berhasil mempertemukan hikmah (filsafat) dengan syariat (agama dan wahyu).

Semasa hidupnya, Ibnu Rusyd menghasilkan sekitar 78 karya, yang semuanya ditulis dalam bahasa Arab. Kini, sejumlah karyanya tersimpan rapi di perpustakaan Escurial, Madrid, Spanyol. Tidak banyak yang mengetahui kalau Ibnu Rusyd pernah hidup dalam pembuangan. Ia pernah dibuang di Lecena, Spanyol, karena dianggap murtad dan menghina kepala negara. Ia juga pernah dibuang ke Maroko karena difitnah seseorang.

Ibnu Rusyd wafat pada tahun 1198 (595 H) di kota Marakis, Maroko. Jenazahnya kemudian dibawa ke Andalusia dan dimakamkan di sana.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
selengkapnya...

Copyright © 2013 Kumpulan Biografi | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah

Welcome to CB Network

Contoh Login Form Blogspot

Ini demo atau contoh Kotak Login dan Register Form. Login Form di samping ini hanya contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB karena blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya silakan Pencet Sini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!